Yo guys, pernah denger Omah Lowo di Solo? Bangunan tua yang dulu super angker ini sekarang udah transformasi jadi salah satu destinasi heritage paling aesthetic di Kota Solo. Dari rumah ribuan kelelawar yang bikin merinding, sekarang jadi Rumah Heritage Batik Keris yang vibes-nya campur antara kolonial klasik, mistis Jawa, dan modern chic. Perfect buat lo yang suka explore tempat bersejarah tapi tetep estetik buat OOTD atau konten IG. Di artikel ini, gue bakal spill semua tentang sejarahnya, aura mistisnya, arsitekturnya yang kece, sampe kenapa sekarang jadi must-visit spot. Siap-siap terpesona ya!
Sejarah Omah Lowo: Dari Rumah Mewah Kolonial Sampai Rumah Kelelawar
Omah Lowo dibangun sekitar tahun 1920-an oleh saudagar kaya keturunan Tionghoa-Belanda bernama Shie Djian Ho. Lokasinya strategis banget di Jalan Perintis Kemerdekaan No.1, Laweyan, Solo, tepat di kawasan batik heritage. Dulu ini rumah megah bergaya kolonial dengan arsitektur Indo-Eropa yang elegan: atap tinggi, tiang-tiang kokoh, jendela besar, dan detail ukiran klasik. Tapi setelah pemiliknya balik ke Belanda, bangunan ini bolak-balik pindah tangan dan akhirnya terbengkalai puluhan tahun.
Karena kosong lama, ribuan kelelawar (lowo dalam bahasa Jawa) numpang tinggal di sini. Makanya disebut Omah Lowo alias Rumah Kelelawar. Warga sekitar bilang tempat ini angker abis, sering denger suara aneh malam-malam, bayangan hitam beterbangan, sampe cerita mistis tentang penunggunya. Aura gelapnya bikin orang takut lewat depan rumah ini, apalagi pas malam.
Aura Mistis yang Bikin Merinding Tapi Menarik
Meski sekarang udah direvitalisasi, vibe mistis Omah Lowo masih nempel kuat. Banyak yang bilang, renovasi nggak hilangin sepenuhnya energi lama. Beberapa pengunjung cerita merasakan hawa dingin tiba-tiba, atau kayak ada yang ngintip dari sudut gelap. Arsitekturnya yang tua dengan lorong-lorong panjang, ruang-ruang tinggi, dan bayangan cahaya dari lampu vintage bikin suasana kayak masuk ke film horor Jawa. Tapi justru ini yang bikin unik—mistis tapi aesthetic, nggak murahan.
Sekarang, Batik Keris ambil alih tahun 2016 dan ubah jadi heritage center. Mereka preserve bangunan asli sambil tambahin elemen modern: cafe cozy, display batik, UMKM, dan spot foto yang kece abis. Jadi, lo bisa nikmatin kopi sambil ngerasain nuansa mistis tanpa takut banget.
Arsitektur Aestetik yang Bikin Ketagihan Foto
Yang bikin Omah Lowo beda adalah mix arsitektur kolonial dengan sentuhan Jawa. Fasad depan megah dengan pintu besar berukir, tangga melengkung, dan detail ornamen emas. Dalamnya ada ruang-ruang luas dengan lantai kayu tua, langit-langit tinggi, dan jendela kaca patri yang mainin cahaya cantik. Setelah renovasi, ditambah lampu gantung vintage, tanaman hijau, dan display batik warna-warni—jadi super photogenic!
Spot favorit: halaman tengah dengan pohon rindang, koridor panjang buat foto candid, dan area cafe yang vibes-nya chill. Banyak influencer dateng sini buat prewed, content travel, atau cuma estetik check-in. Gratis masuknya, tapi lo disaranin beli produk UMKM atau ngopi di cafe biar support.
Tips Berkunjung ke Omah Lowo Solo
- Dateng pagi atau sore biar cahaya bagus buat foto, hindari siang bolong.
- Pake outfit batik atau vintage biar matching vibes-nya.
- Coba explore semua sudut, termasuk ruang belakang yang masih punya aura lama.
- Bawa temen kalau lo mudah takut, soalnya meski udah aman, tetep ada feel mistisnya.
- Jangan lupa beli batik Keris atau oleh-oleh UMKM, harganya worth it!
Kesimpulan
Omah Lowo Solo emang contoh perfect gimana bangunan bersejarah bisa di-revive jadi destinasi kekinian tanpa ilangin jiwa aslinya. Dari yang dulu angker penuh cerita mistis, sekarang jadi spot aesthetic yang represent heritage Solo banget. Kalau lo lagi di Solo atau planning trip ke Jawa Tengah, wajib mampir sini. Rasain sendiri campuran sejarah, mistis, dan keindahan arsitekturnya—sure bakal bikin lo jatuh cinta sama Kota Solo lebih dalam. Gas ke Omah Lowo, guys, dan tag gue kalau lo post foto di sana ya!
















